Cerita Sex Belajar Bersama Ella – Part 4

Cerita Sex Belajar Bersama Ella – Part 4by on.Cerita Sex Belajar Bersama Ella – Part 4Belajar Bersama Ella – Part 4 What! Shitt…dalam hatiku bergumam, apa gerangan yang ada dalam pikiran Tania, apakah dia benar-benar menduga kalau aku dan Ella telah melakukan hubungan intim atau dia punya rencana tertentu yang akan dilakukannya dalam situasi ini? tapi aku sadar yang bisa kulakukan dalam situasi ini hanyalah menuruti saja apa kemauan Tania, […]

0_385 4_717 bignn

Belajar Bersama Ella – Part 4

What!

Shitt…dalam hatiku bergumam, apa gerangan yang ada dalam pikiran Tania, apakah dia benar-benar menduga kalau aku dan Ella telah melakukan hubungan intim atau dia punya rencana tertentu yang akan dilakukannya dalam situasi ini? tapi aku sadar yang bisa kulakukan dalam situasi ini hanyalah menuruti saja apa kemauan Tania, karena aku tidak mau ambil resiko kalau rahasia ini dia bocorkan, tetapi aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Ella, apakah dia juga berpikiran sama denganku atau tidak.

“Yes..El I want to see your pussy!”

“Why Tan? why? dan buat apa? please don’t do that! aku malu Tan…”

“I’m just curious.., thats it!, listen to me El…tadi aku udah liat kalian setengah telanjang, aku juga udah lihat ada sperma Rivan dibajumu, so just take it easy honey…gak perlu malu lagi, jika kalian saja tadi bisa melakukan penelitian kecil, so..aku juga boleh dong melakukan penelitian kecil”

“But its different Tan”

“Whats the different?? what? cmon..El..kita disini cuma bertiga, gak ada lagi orang yang tau, aku akan jaga rahasia I promise… kecuali kalo kalian menginginkan rahasia ini bocor! tunggu sebentar aku ingin ke toilet!”

Pyuh… Tania pun beranjak dari duduknya dan bergegas menuju toilet, aku dan Ella saling menatap dan entah kenapa tiba-tiba saja kuulurkan tangan kepadanya dan Ellapun membalasnya dengan menggenggam jemariku, lalu ia berkata pelan..

“Aku bingung Van…apa yang harus aku lakukan?”

“Tenang El..semua akan baik-baik saja…”

“Jadi bagaimana menurutmu, apa aku harus menurutinya…..atau tidak?”

“Hmm…ini pilihan sulit El…disatu sisi aku bisa merasakan apa yang sedang kamu alami saat ini, tapi disisi lain kita tau Tania orangnya sulit ditebak, dia bisa melakukan apa saja yang dia mau…gak kebayang El kalo rahasia ini bocor ke teman-teman kita dikelas, lalu merembet ke sekolah…terus ke ortu.. apa jadinya El?, aku gatau apa kita sanggup menghadapi itu semua?”

“Clek” terdengar suara kunci pintu toilet, akupun dengan segera melepaskan genggaman tangan Ella dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tania berjalan ke arah kami, dia tidak langsung duduk dikursi yang tadi ditempatinya melainkan berdiri disamping meja, lalu berkata…

“Hey…whats wrong with you guys…? jangan pada tegang gitu dong..i’m not a cops aku ini teman kalian…so just relax..and look at this…aku punya kejutan buat kalian…!”

Terlihat Tania merogoh sesuatu dari saku kemeja seragamnya yang terlihat menyembul dan….astaga! aku dikagetkan oleh sebuah benda yang dikeluarkan dari sakunya…sebuah benda berwarna putih mengkilap tergantung dijemari tangan Tania yang lentik…pergelangan tangannya bergerak – gerak membuat benda itu bergoyang kekiri dan kekanan…ya.. itu sebuah celana dalam.., celana dalam putih mengkilap, dibagian tengahnya terlihat lingkaran kecil membasahi permukaan kain celana dalam itu, holly shit…dalam hatiku kembali bergumam apalagi yang akan dilakukannya?

Diacungkannya celana dalam itu oleh kedua ujung jarinya keatas, lalu dengan sengaja ia menjatuhkan celana dalam itu keatas meja, dan terjatuh tepat dihadapan antara aku dan Ella, lalu kemudian ia bertumpu pada telapak tangannya yang dia sanggahkan dibibir meja dengan sedikit membungkuk menahan kedua bahunya. Aku dan Ella hanya terpaku melihat wajahnya, raut wajahnya terlihat menyiratkan sesuatu…lalu Tania berkata dengan penuh ketenangan…

“Yes..! thats my pantys…and..now I’m not wear it, so…kalo sekarang aku tidak merasa malu dengan tidak memakai cd, seharusnya kamu juga bisa melakukan hal yang sama denganku El…cmon honey!”

“Ta..tapi kan kamu pake rok Tan… jadi tetap ketutup, kalo aku ini pake celana Tan…”

“hahaha…, oke lihat ini…!”

Entah apa yang sedang terjadi dihadapanku ini, sungguh tak terbayangkan olehku sebelumnya, Tania merubah posisinya menjadi berdiri tegak, tubuhnya terlihat tinggi semampai lebih tinggi daripada tubuh Ella, yaa mungkin itu gen yang diturunkan ayahnya yang berkewarganegaraan Rusia, tiba – tiba kedua tangannya bergerak kearah belakang pinggangnya, terlihat lengannya seperti menggerak-gerakan sesuatu dibalik rok nya lalu kemudian terdengar suara “sruuut” suara tarikan retsleting…
…..

Dan…rok kotak-kotak biru bergaris putih itu tiba-tiba saja terjatuh begitu cepat menutupi kaos kaki putihnya…mataku terbelalak oleh pemandangan yang begitu luarbiasa…ya..baru saja Tania melepaskan rok nya, tampak jelas bagian tubuh Tania yang paling pribadi dipertontonkan dihadapanku dan Ella, begitu bersih mulus kuning langsat kulitnya, entah kenapa alam bawah sadarku seperti terbius oleh suasana itu, akal sehatku hilang entah kemana, kedua mata ini enggan terpejam mengamati bagian paling pribadi Tania, menyembul diantara kedua pahanya yang mulus, pinggangnya yang melekuk indah bak pinggang orang dewasa mengimbangi indahnya bentuk bokong Tania yang tampak padat berisi mendongak keatas, sedikit berbeda dengan Ella bagian intim Tania tidak ditumbuhi rambut sehelaipun, garis belahannya begitu tertutup rapat tetapi dapat kulihat cairan tipis membasahi permukaan garis itu… rasa-rasanya ingin kudekati belahan itu, menciuminya dari dekat seperti apakah aromanya apakah sama dengan aroma vagina Ella ataukah mungkin yang ini lebih menggoda?

Kedua kaki ini terasa bergetar menahan adrenalin yang mengalir deras ditubuhku, “glek” reflek kutelan ludahku ketika tiba-tiba kedua jemari Tania mendarat dikancing kemejanya lalu dibukanya satu- persatu dari bawah ke atas, terlihat bra berwarna putih mengkilat serasi dengan warna cd nya, berbeda dengan Ella yang hanya menggunakan mini set, buah dada Tania walaupun tidak sebesar payudara orang dewasa, terlihat sudah berbentuk padat berisi menonjol mancung kedepan dan mungkin memang sudah harus menggunakan bra untuk menyanggahnya.

Tangan kanannya menggapai kebawah kain baju dipundaknya, jemarinya tampak menanggalkan tali bra yang tertambat dibahunya, satu persatu dibiarkannya tali itu menggantung disebelah lengannya, lalu kedua jemarinya menggapai bagian tengah bra tepat diantara belahan buah dadanya, lalu ia geser memutar sehingga bagian belakang bra itu berubah posisi menjadi didepan…dan oh my god…kedua buah dadanya yang begitu ranum seolah berjejal dan lebih menonjol karena tertekan kain pengait strap bra, disitulah mataku kembali terbelalak ketika melihat pemandangan kedua puting Tania berwarna merah muda kecoklatan menghiasi puncak bukit yang tampak begitu menggoda, lalu jemarinya meraih kaitan bra itu…lalu tangan kanannya melepaskan bra tersebut dari tubuhnya dan…perfect…ya sempurna, kata itulah yang paling tepat mewakili indahnya bentuk buah dada Tania.

Kemudian ia menarik kursi lalu duduk dengan menumpangkan kakinya yang masih terbalut kaos kaki putih, sehingga bagian intimnya tertutup oleh kedua pahanya, tetapi masih dapat kulihat salah satu putingnya seakan menggodaku dengan sesekali terbuka oleh pergerakan bajunya, seolah mengintip nakal kearahku dari balik seragam yang kancingnya dibiarkan terbuka, dalam duduknya ia kemudian berkata.

“see…i’m half naked now …seperti yang aku bilang El..kamu ga perlu malu, ga ada yang perlu kita sembunyikan…”

Tiba-tiba saja aku berseru..

“Tu..tunggu Tan! boleh gak aku nanya sesuatu?”

“Yes..kenapa Van?”

“Hmm…ta..tadi..sempat kulihat kamu membaui spermaku yang ada dibaju Ella, hmm…dari mana kamu tau kalo itu adalah bau sperma?”

“hmm…pertanyaan bagus, well…it’s secret!…rahasia!”

“Ehem..cmon Tan….kamu ga perlu malu, ga ada yang perlu kita sembunyikan..”

Celetukku menirukan perkataan Tania, terlihat raut mukanya berubah kedua alisnya diangkat lalu…

“hahaha…ok…well, darimana aku tau kalo itu bau sperma?…..hmm…it’s because aku pernah mencium sperma sebelumnya, that’s it!”

“Oya??…hmm…itu artinya kamu pernah melakukan… emhh…melakukan…ya melakukannya?”

“Doing What Van??”

“yaa… itu…”

“hahaha…innocent banget sih kamu, you know what guys?…. ….. aku….pernah…. menelan….sperma!”

“haaa…apaa!”

Sontak saja aku dan Ella dikagetkan dengan pernyataan itu, mulutku dan Ella ternganga ketika dia mengatakannya, gila.. tak terbayangkan sebelumnya olehku bahwa teman sekelasku ini, temanku yang cantik ini, yang cerdas ini, pernah menelan apa yang dinamakan sperma…holly shit.., lalu Tiba-tiba saja seperti tak terkendali dengan penuh rasa ingin tau, mulutku ini melontarkan rentetan pertanyaan kepadanya…

“Ka..kamu benar-benar melakukannya Tan? sperma siapa? kok..bisa Tan…? bagaimana cara kamu melakukannya?….dimana?…kapan… de..dengan siapa?”

“Ow..ow..ooo…relax bro…akan kujawab semua pertanyaan itu… BUT NOT NOW!…tidak sekarang, tidak sebelum aku dapat memastikan apakah kalian berdua… tadi..diruangan ini…melakukan…hubungan…intim… ..atau..tidak…hehehe.. aku hanya ingin tau saja apakah temanku yang imut dan lucu ini masih perawan atau tidak…itu saja, is that fair?”

lidahku kembali kelu, tak dapat berucap kata sedikitpun seperti terkunci begitu saja ketika mendengar perkataan tania barusan, begitu juga Ella..aku dapat merasakan dan melihat bahasa tubuhnya mengisyaratkan perasaan yang sama denganku.

Terlihat Tania bergerak dengan santai menyandarkan tubuhnya dikursi yang didudukinya, lalu ia angkat dagunya yang lancip diikuti oleh kibasan tangan mengibaskan rambutnya yang terurai menutupi dadanya..sebelah sikutnya ia tambatkan dibibir sandaran kursi mengakibatkan salah satu buah dadanya terbuka karena sisi bajunya tertarik oleh posisi lengannya yang tertambat diatas kursi…ya.. dibiarkannya puting merah muda kecoklatan itu terbuka…guratan lekuk tubuhnya begitu indah..bagian ujung garis lekuk itu menyatu sempurna dengan permukaan lengkung sisi tepian buah dadanya yang ranum dan mulus, padat berisi menonjol kearahku, seolah-olah menantangku menguji nyaliku untuk menjamahnya.

Masih dalam posisi duduknya yang begitu tenang tetapi sangat menantang, Tania melanjutkan pembicaraan…

“Well… now it’s your turn El…giliranmu… melakukan hal yang sama denganku, being naked…just relax honey…”

Kulihat Ella terkesiap oleh perkataan Tania, wajah polosnya tampak canggung merespon perkataan itu, ia menatapku sekejap. entahlah.. apa yang ada didalam pikiran Ella, saat itu aku tak dapat menduga apa yang akan dilakukannya, terlihat bibirnya menggigit-gigit kecil salah satu jemari tangannya sambil sesekali lirikan matanya mengarah ke arah ku dan Tania.

Ella menurunkan jemari tangannya dari bibirnya yang mungil, lalu kedua jemarinya perlahan diselipkan dipangkal celananya..dan..sambil sedikit membungkuk akhirnya iapun memelorotkan celana sekaligus dengan cd nya..dan yaa…sekarang bagian bawah tubuhnya terlihat, sekarang Ella sama – sama setengah telanjang bersama Tania, lalu aku dikagetkan oleh seruan dan tepukan tangan Tania…

“Yeeay..finally! hahaha…cmon guys…just have fun..jangan pada tegang gitu doong…hey cmon..smile honey…..just smile my little cute girl..!”

Entah kenapa seruan Tania tadi seperti sihir, berhasil mencairkan suasana yang begitu kaku dan beku…berawal dari senyum kecil tersungging dari bibir mungil Ella merespon seruan Tania lalu senyuman itu semakin mengembang lepas, yaa senyumannya terlihat begitu lepas seolah menumpahkan beban berat dipundaknya, dan akupun reflek ikut tersenyum lepas, seakan terasa perlahan beban ini menjadi ringan..yaa rasa cemas terlepas begitu saja, lalu kemudian Tania berseru kembali…

“see..it’s fun kan? I told yaa! hehehe…”

Lalu Tania berdiri dari duduknya, dan segera menghampiri Ella terlihat kedua tangannya menggapai pundak Ella memandu untuk turut berdiri dihadapannya, dan tepat keduanya sekarang berdiri setengah telanjang dihadapanku, entah kenapa hasrat birahiku kembali meninggi, mungkin inilah insting dasar manusia ketika menginjak usia belasan, begitu menggebu…penis inipun kembali menegang..keras sekeras kerasnya…lalu kembali Tania berkata sambil menatap dan membelai rambut halus Ella…

“Are you ok El…?”

Bersambung……..

Author: 

Related Posts

Comments are closed.